Lembaga keluarga merupakan lembaga yang paling
dasar dalam masyarakat. Dimana keluarga memiliki peran memberi pengalaman
sosialisasi untuk pertama kali kepada setiap individu. Keluarga pengendali
setiap gerak langkah individu dalam masyarakat agar tetap sesuai dengan nilai
dan norma yang berlaku.
Pada setiap keluarga pasti ada peran wanita
sebagai seorang ibu. Peran ibu sangatlah penting karena ia merupakan sub
lembaga keluarga pertama yang mengenalkan sosialisasi dan memberi pendidikan
pada anak. Namun, pada kenyataannya pemberi pendidikan dasar pada setiap
individu ini, seringkali malah “kurang berpendidikan”. Yang dimaksud pendidikan
disini bukan hanya tentang pelajaran formal disekolah seperti matematika, dan
lain-lain. Melainkan, lebih kepada pendidikan non formal. Contohnya pendidikan
etika, pendidikan tentang wanita, ketrampilan memasak, menjahit, dan lain-lain.
Kenyataannya, kecakapan dalam bidang-bidang tersebut justru diperlukan untuk
menunjang kehidupannya beserta keluarga.
Dulu, karena keprihatinannya terhadap nasib
pendidikan wanita Jawa, Raden Ajeng Kartini mendirikan Yayasan Kartini. Yayasan
inilah yang memprakarsai berdirinya sekolah-sekolah khusus untuk anak-anak
perempuan pribumi. Sekolah ini, lain dari yang lain. Bila sekolah setingkat SD
hanya mengajarkan pendidikan formal seperti membaca dan menghitung, Sekolah
Kartini justru memberikan pelajaran tambahan berupa ketrampilan memasak dan
menjahit. Ketrampilan mutlak diperlukan demi memenuhi tuntutan zaman. Manusia
tidak hanya dituntut mempunyai kecerdasan otak, melainkan juga harus mempunyai
skill yang mumpuni. Apalagi untuk wanita. Apabila tidak meneruskan kuliah,
pilihan pertama bisa saja kursus menjahit, menyulam, atau kursus yang lainnya. Apabila
tidak kursus, mungkin langsung bekerja atau bisa jadi menikah. Lantas, apakah
wanita itu sudah cukup memperoleh bekal ketrampilan manakala ia harus mengalami
kemungkinan terburuk tidak dapat meneruskan pendidikan dan harus bekerja bahkan
sampai menikah? Nah, dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan ketrampilan
sangat diperlukan oleh masyarakat terutama wanita. Karena fungsi sekolah
memberikan pengajaran dan media penyalur berbagai disiplin ilmu, maka sudah
selayaknya bahwa pendidikan ketrampilan diberikan disekolah. Lantas, sudahkan
pendidikan ketrampilan diberikan secara maksimal kepada siswa Indonesia?






0 comments:
Posting Komentar