Apakah pengertian dari sabar? Pernahkah
Anda mendengar orang berkata tentang sabar? Atau mungkin, orang pernah
menasehati Anda agar bersabar? Nah, kalau begitu apakah sabar itu?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin
rahimahullah berkata, “Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan
ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta
menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah…” (Syarh
Tsalatsatul Ushul, hal.24)
Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih
Al ‘Utsaimin rahimahullah, sabar terbagi manjadi 3 macam:
1.
Besabar
dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
2.
Bersabar
untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
3.
Bersabar
dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang
menyakitkan dan gangguan yang timbul dari luar kekuasaan manusia ataupun yang
berasal dari orang lain. (Syarh Tsalatsul Ushul, hal.40)
Allah Ta’ala mensyari’atkan manusia
untuk bersabar. Karena sabar merupakan sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan
menolak berbagai keburukan.
Firman Allah Ta’ala: :”Dan
mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat.” (QS. Al Baqarah ayat: 45)
Dalam ayat tersebut diatas telah diperintahkan
kepada kita, umat manusia, agar selalu bersabar dan meminta pertolongan kepada Allah dengan
sabar dan sholat.
Namun, dewasa ini, kata sabar
sepertinya hanya diobral murah disana-sini. Manusia dengan mudahnya mengatakan
sabar kepada orang lain, meskipun dia sendiri sebenarnya juga belum bisa melakukan hal yang namanya sabar. Dalam QS. As Shaff ayat: 3 Allah Ta'ala berfirman, bahwasanya dosa besar dihadapan Allah, jika kita mengucapkan (mengajak) sesuatu yang kita (sendiri) tidak melakukannya. Naudzubillah..
Sabar memang sebuah kata yang enteng diucapkan, namun butuh seumur hidup untuk belajar melakukannya. Itulah kata sabar.
Sabar memang sebuah kata yang enteng diucapkan, namun butuh seumur hidup untuk belajar melakukannya. Itulah kata sabar.
Di lingkungan sekitar kita, banyak
hal terjadi akibat ulah manusia yang tidak sabar. Contohnya kecelakaan
lalu-lintas akibat pengendara yang menerobos traffic light yang sedang
menyala merah. Itu contoh kecil dilingkungan kita, namun sangat sering
dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Akibatnya, pejalan kaki
yang akan menyeberang menjadi terganggu dan bahkan nyawanya terancam melayang
karena hal tersebut.
Lantas, apakah keutamaan sabar
sehingga Allah Ta’ala mensyari’atkan hal tersebut?
Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Az
Zumar ayat: 10, “Sesungguhnya balasan pahala bagi orang-orang yang sabar
adalah tidak terbatas.”
Selain itu, dalam QS. Ar Ra’d ayat:
23-24, Allah telah menjanjikan surga Ad’n bagi mereka-mereka yang sabar dan
beriman.
Nah, kawan-kawanku semua yang
dirahmati Allah. Janji Allah tidak mungkin Dia ingkari. Marilah mulai sekarang,
kita biasakan untuk belajar sabar. Karena memang belajar adalah sepanjang hidup
kita. Jangan pernah menyerah dengan apa yang dijalani, selama niatnya adalah
mengharap RidhoNya, insyaAllah, Allah Ta’ala pasti akan selalu memberikan
jalanNya. InsyaAllah.
Wallahu ‘alam.







0 comments:
Posting Komentar