RSS

Monolog Kerinduan

Kau cintaiku seperti mentari, yang cintai titah Tuhannya
Ia menyinari segala permukaan
Bahkan menembus diantara pekatnya tanah
Tak peduli dicaci kala terik
Tak peduli dirindu jikalau redup
Kau cintaiku seperti pelangi, yang cintai titah Tuhannya
Yang datang bersama sang teduh membawa kedamaian
Tak peduli jika dirindu semburat warnanya
Tak peduli dicaci kala pudar sinarnya
Kau cintaiku seperti hujan, yang cintai titah Tuhannya
Tak peduli dicaci kala menyebarkan/menebar kedinginan
Tak peduli dirindu, kala tanah tandus tak karuan
Kau cintaiku seperti laut, yang cintai titah Tuhannya
Yang terus menggelora gelombang
Tak peduli dicaci kala membuat duka sebagian manusia
Tak peduli dirindu keanggunan geraknya
Kau cintaiku seperti angin, yang cintai titah Tuhannya
Tak peduli dicaci kala membuat keributan
Tak peduli dirindu sejuk sepoinya
Kau cintaiku seperti dirimu, yang cintai titah Tuhanmu.

Mencintai cintaku, hanya untuk keridhoanNya

By: Ashfi Raihan

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: