Kalo
bicarain film yang inspiring me banget, ya “A crazy little thing called
love”. Entah kenapa, nih film padahal genre.nya agak cinta-cintaan, tapi
inspire banget, Gaes. Yang paling berkesan dari film ini, bukanlah
percintaannya sih menurutku. Tapi, perjuangan untuk berubah kearah yang lebih
baiklah yang bener-bener ngena. Siapa bilang film bergenre romantic nggak bisa
menginspirasi dan memotivasi dalam belajar?? Buktinya nih film udah bikin saya
termotivasi belajar, karena tokoh utamanya, Nam, berjuang mati-matian untuk
belajar supaya mendapat hasil nilai dan prestasi yang memuaskan. Wah, pokoknya
so sweet buanget dah kisahnya Nam. Kak Shone juga sih. Dia berusaha mengalahkan
rasa takutnya dan akhirnya bisa menggapai impiannya.
Ada
juga film “Negeri 5 Menara”. Entah kenapa tiap liat nih judul film aja,
udah kebayang betapa kita itu harus belajar sungguh-sungguh. Dan bila kita udah
bersungguh-sungguh insyaAllah apa yang kita perjuangkan itu akan berbuah manis
pada akhirnya. Dan kita juga harus berani merantau untuk belajar mandiri, jauh
dari kerabat. Supaya apa? Supaya kita dapat pengalaman dan ilmu yang banyak,
agar mendapat saudara baru diluar sana.
“Ketika
Cinta Bertasbih”. Merupakan
film yang sangat menginspirasi dalam hal peningkatan kualitas iman kita.
Mengajarkan ikhtiar, tawakkal, qona’ah, sabar, dan pasrah yang sesungguhnya.
Dimana tiada sejengkal nafaspun yang boleh terlewat tanpa memuji asmaNya.
Karena Rahman serta Rahim Allah ada dimana-mana dan selalu ada bersama kita.
Mengajak kita untuk berdakwah selalu, dimanapun dan melalui media apapun. Ini
yang subhanAllah.
“Step
back to glory”. Dari judulnya
aja pasti udah keliatan seru ya filmnya. Melangkah mundur untuk mencapai
kesuksesan. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang gadis desa yang
bermimpi menjadi atlet tarik tambang professional. Banyak rintangan yang harus
dilalui gadis ini beserta timnya. Mulai dari kerasnya latihan, pelatih, hingga
banyak pihak yang meremehkan tentang prestasi yang akan diraih tim tarik
tambang. Film ini inspire juga. Soalnya terinspirasi juga dari filosofi orang
menanam padi. Mereka harus mundur untuk menanam padi. Karena itu emang caranya
nanem. Pokoknya W.O.W bangetlah. Recommended buat kalian tonton.
“For
You Mother”. This is one
of my favorite movie. Menceritakan tentang seorang perempuan India yang selalu
mengurus keluarganya dengan baik. Tapi sayangnya karena dia nggak lancar Bahasa
Inggris, anaknya malu kalo ngajak ibunya kemana-mana. Intinya anaknya,
suaminya, agak malu gitu dan selalu meremehkan perempuan ini. Dari film ini aku
bener-bener belajar untuk menghargai orang lain, apalagi ibu. Siapapun pasti punya
kekurangan. Tak terkecuali ibu kita. So, jangan malu sama keadaannya. Tanpa dia,
kita tidak akan bisa jadi apa-apa.
Ada
lagi sebenernya, “A Long Visit”, sama “Wedding Dress”. Dua film ini juga
nyeritain soal ibu. Pokoknya siap-siap tisu deh kalo nonton dua film ini.
Selain menginspirasi, dua film ini juga bikin nangis teman-teman.
“A
Long Visit”. Film ini
feel-nya dapet banget. Ini tuh kayak yang sehari-hari kita alami. Ibu kita
bener-bener perhatian, sayang, berjuang untuk kita. Meskipun bagaimanapun sikap
kita sama beliau. Ibu tetap dan selamanya akan sayang sama kita. Ibu juga pasti
tau kalau kita sedang sakit, atau ada sesuatu yang aneh dengan kita. Yakin ibu
pasti juga merasakan apa yang kita rasakan. So, sayangi ibumu selagi dia masih
ada.
“Wedding
Dress”. Ini film sukses bikin aku meneteskan
airmata. Disini menceritakan soal seorang perempuan yang punya satu orang anak,
seusia SD. Dia ini desainer. Tapi punya penyakit,yang orang lain tidak pernah
tau, apalagi putrinya. Si anak yang dulunya always manja sama si ibu, akhirnya
jadi berubah mandiri karena nggak tega sama ibunya. Ibunya ternyata selama ini
juga udah nyiapin gaun pengantin yang super duper cantik buat si anak. Dan endingnya
bikin aku gagal buat nahan tangis. Si anak ceritanya tidur bareng ibunya
dirumah sakit, pas dia bangun sebenernya dia udah tau kalo ibunya ini udah
meninggal. Tapi dengan polosnya, karena tidak mau menganggap ibunya meninggal,
dia bilang, “Mama tidur aja lagi, yang nyenyak. Nggak usah bangun dulu.” Abis itu
dia jalan keluar kamar. Sumpe dari sini aja airmata udah ngalir kemana-mana
(maaf alay. But, this is real me J). Habis dia keluar, tantenya dateng sama dokter dan dia bilang
kalo ibunya lagi tidur jangan diganggu. Dokter curiga dan mau masuk, tapi nih
anak tetep menghalangi. Aduh, sekian deh ya. udah nggak kuat. Si anak emang
nggak mau mau percaya kalo ibunya udah meninggal meskipun dia udah tau
kenyataannya ibunya emang udah nggak ada. Huhu duh nangis lagi deh…. (Sorry
alay. This is real me J)
Yang menginspirasi dari film ini, si anak bener-bener pengen berubah menjadi
lebih baik dan membahagiakan ibunya. Meskipun masih anak kecil, tapi daya peka
anak ini luar byasah. Patut dicontoh. Dia aja bisa berusaha yang terbaik buat
ibunya, masa kita nggak?
Oke sekian
dulu review film-film yang inspiring dan bikin terharu sampai mengharu biru. Ambil
positifnya, buang yang negative. Thanks for your attention.
Wassalamu’alaikum…
(Kediri,
30 Januari 2016)






0 comments:
Posting Komentar