RSS

Balada Penyemai Padi

Awan berarak. Berpawai ria di lautan biru. Menari-nari menyejukkan sang fajar yang baru kembali dari peraduan. Hamparan hijau sang sumber tenaga menyuguhkan nyanyiannya. Melambai dan berdesir ikuti alunan melodi bayu. Di ujung pandang, para pendeta bumi menebar rapalan mantra. Satu demi satu biji kehidupan mereka semai. Pada tanah tandus tak bernama. Pada tanah tumpah darah berharap berkah. Dupa mengepul pada empat sudut lembaga. Tanda tunduk serah pasrah pada Sang Pemurah. Mereka ini penebar hidup. Yang tangguh tak mudah luruh. Demi apa mereka hidup? Demi apa mereka tebar hidup? Untuk kalian. Untuk kalian para ksatria bumi. Kalian yang berperang melawan nafsu. Melawan angkara. Sadar?? Tentu tidak. Pendeta bumi tak harap tanda jasa. Tak pernah minta untuk dikenal, dikenang, apalagi diberi uang. Apa harapan mereka??
"Semoga benih musim ini harganya bisa kami jangkau. Semoga musim kali ini bersahabat dengan kami. Semoga hama penyeimbang alam tak liar menerjang. Semoga hujan cukup tak kurang penuhi hausnya lembaga kami." Wuusss..... Asap dupa tak lagi mengepul. Seseorang berteriak dari kejauhan.
"Londo teko.....!!!!!!!!"


(On the Way from Surabaya-Kediri, 10 Januari 2016)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: