Tanggal 31
Desember 2016. Penanggalan terakhir di tahun 2016. Apa resolusi saya? Entahlah,
saya tidak ada resolusi. Dan belum pernah selama hidup saya membuat yang
namanya resolusi untuk tahun baru. Mungkin yang saya lakukan adalah berdo’a
selepas sembahyang untuk meminta yang terbaik dari Sang Maha Pencipta. Apalagi?
Di luar sana, suara petasan sudah ramai
terdengar ledakannya sejak matahari masih hadir menghangatkan bumi. Em, tidak
sepenuhnya benar sih. Karena beberapa
hari terakhir, kota yang dijuluki buminya pahlawan ini, diguyur berkah dari
Tuhan. Apalagi kalau bukan air hujan. Pakaian susah kering mengeluh, panas
menyengat mengeluh lagi. Andaikan Tuhan tidak sayang pada manusia, entah apa
jadinya. Lha gimana, dikit-dikit ngeluh, dikit-dikit sambat (Jawa). Saya
serius waktu mengatakan di luar sana petasan sudah jatuh berguguran dan aliran
uang menguap di angkasa. Saya memang sedang berada di kamar kos. Tidak keluar,
tidak merayakan pula. Rasanya ya biasa-biasa saja, toh tiap tahun juga
demikian.
Saya bukanlah orang yang anti sosial. Tidak. Saya
makhluk sosial, insyaAllah. Karena saya masih butuh ibu-ibu penjual sayur di
belakang gang kos, untuk suplai gizi saya setiap hari. Saya juga masih butuh
bapak dan ibu pemilik kos ini, untuk merelakan (menyewakan) banyak sekali
kenyamanan huniannya untuk saya ganggu, dengan segala polah tingkah saya dan
teman-teman kos lainnya. Saya juga masih butuh penjual paketan untuk mencukupi
kebutuhan saya pada kuota internet. Apalagi kalau bukan untuk membuka dan
mengelola akun sosial media saya? Nah, tuh kan saya makhluk sosial. Kalau masih
nggak percaya yawes nggak apa. So, kenapa saya nggak keluar untuk
merayakan? Jawabannya, hanya nggak pengen aja. Udah gitu doang. Saya seneng sih
kalau ngumpul sama temen-temen. Cuman karena ini di rantau dan temen-temen pada
pulang kampung pra UAS, yawes akhirnya nggak ada yang ngajak keluar,
saya nggak pengen juga, pas kan? :D Jangan tanya mengapa, karena saya biasanya
juga hanya di rumah waktu pergantian tahun. Tidak ada tradisi istimewa di
keluarga saya untuk keluar ke some place untuk melihat keramaian. Toh,
apa gunanya kalau tetap merasa teralienasi? Wkwk peace ya! Nggak, bukan
gitu maksudnya. Ya, karena emang nggak kebiasaan aja buat keluar, jadi malam
apapun rasanya sama. :D wkwkwk
Untuk yang sedang merayakan tahun baru, hati-hati
di jalan. Tetep jaga kesehatan, ini musim hujan, awas ntar sakit kalau kena
angin malem. Inget besok pagi masih ada hari, alasan telat bangun karena
semalem begadang buang jauh-jauh deh. Katanya punya resolusi ingin lebih baik
di tahun baru? Masa bangunnya telat? Ntar rezekinya di pathuk ayam loh. Buat
yang bawa gandengan, entah itu truk atau kereta kelinci, hati-hati jagain
gandengannya, awas ditikung pengendara sebelah :D :D. wkwkwk
Buat yang masih setia ditonton bantal dan guling
(baca: tidur), udah nggak apa-apa, tahun baru tetep dateng kok meskipun kalian
nggak ikut pesta di luar sana. Iya, cuman ganti kalender doang, nggak sampek
bikin si gebetan yang nggak peka jadi peka kok :D. Wkwkwk
Surabaya, 31 Desember 2016






0 comments:
Posting Komentar