RSS

Status Baru, Semangat Baru

Assalamu’alaikum. Hollaaa!!! Apa kabar?? Semoga baik-baik saja ya!!
Beberapa minggu terakhir saya punya aktivitas baru selain kuliah, dan segala konten pendukungnya seperti diskusi, dll. Ceritanya saya ditawari teman untuk menggantikannya mengajar di suatu bimbingan belajar. Sebut saja lembimjar (lembaga bimbingan belajar) SUKSES. Waktu itu saya sempat berfikir apakah saya mampu menjalankan amanah untuk menjadi “teman belajar” mereka? Karena, jujur pengalaman mengajar saya hanya sebatas mengajari adik saya di rumah. Bukan di lembaga seperti itu, yang harus mengajari banyak siswa dengan berbagai karakter. Jujur saya sempat galau. Di satu sisi saya ingin menerima karena memang ingin mencari pengalaman. Tapi disisi lain masih ada sedkit keraguan. Tapi untunglah teman saya itu terus menguatkan dan memberi semangat, hingga akhirnya saya meng-iyakan.

Hari mengajar pun tiba. And you know what?? Saya gugup dan nggak tau mesti ngapain. Bener-bener pengalaman baru. Tapi overall saya belajar banyak dari organisasi yang menaungi bimbingan belajar ini, juga dari pelajarnya. Semua anggota bekerja keras untuk mencapai sebuah tujuan yang sama. Tidak lain adalah membantu para pelajar yang akan mengikuti ujian nasional dan SBMPTN, agar nantinya bisa lancar dalam ujiannya. Sebenarnya kalo bagi saya, tujuan yang lebih tinggi lagi adalah bisa membantu calon orang-orang sukses ini untuk mencapai cita-citanya. Bukan utopis. Karena segalanya mungkin saja terjadi bagi mereka yang mau berusaha dan berdoa. Salut sekali dengan semangat dan kegigihan mereka dalam mencari ilmu.

FYI, lembimjar yang saya ikuti ini basic-nya online, dengan media belajar mengajar aplikasi LINE. Memang unik, tapi saya masih menaruh keyakinan dan harapan bahwa organisasi ini bisa berkembang layaknya lembimjar kenamaan lainnya. Karena basis teknologi era ini sudah bergeser dari yang tradisional menjadi modern, lembaga bimbel pun tidak harus ada secara fisik. Cukup dengan telepon pintar dan aplikasi saja. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bila lembaga-lembaga seperti ini mengembangkan diri menjadi organisasi non profit yang dapat menjangkau semua lapisan masyarakat. Bahkan bagi mereka yang tidak punya telepon pintar yang ingin belajar pun, masih bisa menikmatinya.

Jujur saja, kalo bicara masalah honor mengajar, jelas jauh berbeda dengan lembimjar konvensional. Maklum, ini yang mendirikan mahasiswa, dan pelajar yang terdaftar mengikuti bimbingan pun bisa dikatakan tidak terlalu banyak. Bukan masalah honor sebenarnya. Akan tetapi perlunya dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihaklah, yang diharapkan akan ikut mendorong anak-anak untuk semangat belajar. Tak lupa juga dorongan semangat mengabdi bagi para pengajar atau tentor.
Do’a dan harapan saya, tak lain agar pendidikan dapat dinikmati semua lapisan masyarakat. Bukan hanya mereka yang punya uang dan bisa membayar biaya untuk belajar di lembaga bimbel, tapi semuanya. Dari Sabang-Merauke, seluruh lapisan masyarakat yang ada di negara INDONESIA. J

Thank you so much for your attention. See you next time. J
Wassalamu’alaikum. J



Surabaya/07-03-17

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: