RSS

Dirimu

                                                                       
Bias senyum yang dulu sering terpandang oleh indraku, kini tlah hampir pudar tersapu derai hujan. Hujan yang berderai karena titah Empunya, mampir di pelupukku. Hampir tak pernah kulihat lagi senyum yang bersimphony dengan wajahnya yang teduh nan menyejukkan itu.
Jarak kita tlah jauh kurasakan sekarang. Kini aku hanya dapat memandang seberkas siluet senyummu nan menyejukkan itu, lewat jingga di batas senja. Karena senja berselimut jingga itu, yang selalu mengingatkanku, bahwa aku pernah merasa dekat, dan berbagi Rahmat Illahi yang suci ini dengan dirimu. Meskipun mungkin hanya bertepuk sebelah tangan, namun asa suci ini kan tetap terpatri di lubuk terdalamku.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments: