Minggu pertama kelas dimulai dengan perkenalan. Kursus daring ini disediakan oleh Metavision Institute di laman FutureLearn. Mereka menawarkan perspektif holistik dan inklusif dalam pemberian konseling. Bukan hanya fokus pada mental akan tetapi juga mengeksplorasi hubungan rumit dan saling memengaruhi antara emosi, tubuh, jiwa, batin dan kesadaran.
Materi pertama mengenai mendengar. Aktivitas mendengar bagi pemberi konseling ternyata sangat kompleks. Bagi awam ilmu psikologi seperti saya, selama ini terbiasa mendengar untuk memberi jawaban dan nasihat. Respon itu dipakai sebagai sinyal bahwa ada aktivitas mendengarkan dari lawan bicara. Menurut materi pertama kelas ini, mendengar seharusnya berdiri sendiri sebagai aktivitas mendengar saja. Dalam konseling, di kursus ini, mendengarkan berarti sadar akan permasalahan yang dibawa klien, menahan diri dari penghakiman terhadap apa saja yang dibicarakan klien, tetap hadir dan penuh sabar membersamai klien.
Sebagai orang yang ikut kursus untuk mengembangkan diri dan mengisi waktu luang, pelajaran tentang mendengarkan ini cukup menarik. Ada refleksi ke dalam diri sendiri mengenai bagaimana cara merespon orang yang sedang bercerita. Apakah sudah mendengarkan dengan penuh? Apakah sudah hadir membersamai? Atau mungkin masih mendengarkan lalu dilanjutkan dengan respon berupa nasihat-nasihat bijak?
Pelajaran tentang mendengar saya rasa tidak akan pernah berhenti ketika kita bisa mendengarkan orang berbicara, akan tetapi juga bagaimana caranya mendengarkan yang baik dan benar. Bukan hanya untuk mendengarkan orang lain melainkan juga mendengarkan permasalahan diri sendiri.






0 comments:
Posting Komentar