Selaksa senyuman terkembang dari rautnya
Gurat-gurat senja tak mengurangi tulus kasihnya
Wajah sendu tak pernah nampak
Hanya bahagia yang menghias
Sembunyikan berbagai luka
Tak ia rasa demi aku anaknya
Bilangan waktu terisi penuh rayuan kepadaNya
Pada fajar, terik, senja, dan larut tak pernah kering lautan doanya
Meski badan remuk sungguh
Tiada lisan menggumam keluh
Pada malam sunyi ia gelar sajadah usangnya
Demi pertemuan denganNya
Ia merayu, ia mengiba
Bukan untuk dirinya
Bukan demi bahagianya
Masihkah kau tanya untuk siapa
Kediri, 17 Februari 2016
-Kepada Pembawa Dunia-
2/17/2016 07:46:00 PM |
Labels:
PUISI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 comments:
Posting Komentar